Sunday, June 21, 2009

Dermawan Rahasia

oleh: Woody McKay Jr,

Sebagai seorang supir selama beberapa tahun di sekitar awal tahun 1910-an, ayahku menyaksikan majikannya yang kaya raya secara diam-diam memberikan uang kepada banyak orang, dan sadar bahwa mereka tidak akan pernah mampu mengembalikan uang itu.

Ada satu cerita yang menonjol dalam kenanganku di antara banyak cerita yang disampaikan ayahku kepadaku. Pada suatu hari, ayahku mengantar majikannya ke sebuah kota lain untuk menghadiri sebuah pertemuan bisnis. Sebelum masuk ke kota itu, mereka berhenti untuk makan sandwich sebagai ganti santap siang.

Ketika mereka sedang makan, beberapa orang anak lewat, masing-masing menggelindingkan sebuah roda yang terbuat dari kaleng. Salah seorang di antara anak-anak itu pincang. Setelah memperhatikan lebih dekat, majikan ayahku tahu bahwa anak itu menderita club foot. Ia keluar dari mobil dan menghentikan anak itu.

“Apakah kakimu membuatmu susah?” tanya orang itu kepada si anak.

“Ya, lariku memang terhambat karenanya,” sahut anak itu.

“Dan aku harus memotong sepatuku supaya agak enak dipakai. Tapi aku sudah ketinggalan. Buat apa tanya-tanya? “

“Mm, aku mungkin ingin membantu membetulkan kakimu. Apakah kamu mau?”

“Tentu saja,” jawab anak itu. Anak itu senang tetapi agak bingung menjawab pertanyaan itu.

Pengusaha sukses itu mencatat nama si anak lalu kembali ke mobil. Sementara itu, anak itu kembali menggelindingkan rodanya menyusul teman-temannya.

Setelah majikan ayahku kembali ke mobil, ia berkata, “Woody, anak yang pincang itu… namanya Jimmy. Umurnya delapan tahun. Cari tahu di mana ia tinggal lalu catat nama dan alamat orang tuanya. ” Ia menyerahkan kepada ayahku secarik kertas bertuliskan nama anak tadi.

“Datangi orang tua anak itu siang ini juga dan lakukan yang terbaik untuk mendapatkan izin dari orang tuanya agar aku dapat mengusahakan operasinya. Urusan administrasinya biar besok saja. Katakan, aku yang menanggung seluruh biayanya.”

Mereka meneruskan makan sandwich, kemudian ayahku mengantar majikannya ke pertemuan bisnis.

Tidak sulit menemukan alamat rumah Jimmy dari sebuah toko obat di dekat situ. Kebanyakan orang kenal dengan anak pincang itu.

Rumah kecil tempat Jimmy dan keluarganya tinggal sudah harus di cat ulang dan diperbaiki di sana sini. Ketika memandang ke sekeliling, ayahku melihat baju compang-camping dan bertambal-tambal dijemur di seutas tali di samping rumah. Sebuah ban bekas digantungkan pada seutas tambang pula pada sebuah pohon oak, tampaknya untuk ayunan.

Seorang wanita usia tiga puluh limaan menjawab ketukan pintu dan membuka pintu yang engselnya sudah berkarat. Ia tampak kelelahan, dan tampangnya menunjukkan bahwa hidupnya terlalu keras.

“Selamat siang,” ucap ayahku memberi salam. “Apakah Anda ibu Jimmy?”

Wanita itu agak mengerutkan dahinya sebelum menyahut.

“Ya. Apakah ia bermasalah?” Matanya menyapu ke arah seragam ayahku yang bagus dan disetrika rapi.

“Tidak, Bu. Saya mewakili seorang yang sangat kaya raya yang ingin mengusahakan kaki anak Anda dioperasi agar dapat bermain seperti teman-temannya. “
“Apa-apaan ini, Bung? Tak ada yang gratis dalam hidup ini.”

“Ini bukan main-main. Apabila saya diperbolehkan menerangkannya kepada Anda dan suami Anda, jika ia ada saya kira semuanya akan jelas. Saya tahu ini mengejutkan. Saya tidak menyalahkan bila Anda merasa curiga.”

Ia menatap ayahku sekali lagi, dan masih dengan ragu-ragu, ia mempersilahkannya masuk. “Henry,” serunya ke arah dapur, “Ke mari dan bicaralah dengan orang ini. Katanya ia ingin menolong membetulkan kaki Jimmy.”

Selama hampir satu jam, ayahku menguraikan rencananya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. “Apabila Anda mengizinkan Jimmy menjalani operasi,” katanya, “Saya akan mengirimkan surat-suratnya untuk Anda tandatangani. Sekali lagi, kami yang akan menanggung seluruh biayanya.”

Masih belum bebas dari rasa terkejut, orang tua Jimmy saling memandang di antara mereka. Tampaknya mereka masih belum yakin.

“Ini kartu nama saya. Saya akan menyertakan sebuah surat kalau nanti saya mengirimkan dokumen-dokumen perizinan. Semua yang telah kita bicarakan akan saya tuliskan dalam surat itu. Andai kata masih ada pertanyaan, telepon atau tulis surat ke alamat ini.” Tampaknya sedikit banyak ini memberi mereka kepastian. Ayahku pergi. Tugasnya telah ia laksanakan.

Belakangan, majikan ayahku menghubungi walikota, meminta agar seseorang dikirim ke rumah Jimmy untuk meyakinkan keluarga itu bahwa tawaran tersebut tidak melanggar hukum. Tentu saja, nama sang dermawan tidak disebutkan.

Tidak lama kemudian, dengan surat-surat perizinan yang telah ditandatangani, ayahku membawa Jimmy ke sebuah rumah sakit mewah di negara bagian lain untuk yang pertama dari lima operasi pada kakinya.

Operasi-operasi itu sukses. Jimmy menjadi anak paling disukai oleh para perawat di bangsal ortopedi rumah sakit itu. Air mata dan peluk cium seperti tak ada habisnya ketika ia akhirnya harus meninggalkan rumah sakit itu. Mereka memberikannya sebuah kenang-kenangan, sebagai tanda syukur dan peduli mereka… sepasang sepatu baru, yang dibuat khusus untuk kaki “baru”nya.

Jimmy dan ayahku menjadi sangat akrab karena sekian kali mengantarnya pulang dan pergi ke rumah sakit. Pada kebersamaan mereka yang terakhir, mereka bernyanyi-nyanyi, dan berbincang tentang apa yang akan diperbuat oleh Jimmy dengan kaki yang sudah normal dan sama-sama terdiam ketika mereka sudah sampai ke rumah Jimmy.

Sebuah senyum membanjiri wajah Jimmy ketika mereka tiba di rumah dan ia melangkah turun dari mobil. Orangtua dan dua saudara laki-lakinya berdiri berjajar di beranda rumah yang sudah tua itu.
“Diam di sana, ” seru Jimmy kepada mereka. Mereka memandang dengan takjub ketika Jimmy berjalan ke arah mereka. Kakinya sudah tidak pincang lagi.

Peluk, cium dan senyum seakan tak ada habisnya untuk menyambut anak yang kakinya telah “dibetulkan” itu. Orang tuanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum ketika memandangnya. Mereka masih tidak bisa percaya ada orang yang belum pernah mereka kenal mengeluarkan uang begitu banyak untuk membetulkan kaki seorang anak laki-laki yang juga tidak dikenalnya.

Dermawan yang kaya raya itu melepas kacamata dan mengusap air matanya ketika ia mendengar cerita tentang anak yang pulang ke rumah itu.
“Kerjakan satu hal lagi, ” katanya, “Menjelang Natal, hubungi sebuah toko sepatu yang baik. Buat mereka mengirimkan undangan kepada setiap anggota keluarga Jimmy untuk datang ke toko mereka dan memilih sepatu yang mereka inginkan. Aku akan membayar semuanya. Dan beritahu mereka bahwa aku melakukan ini hanya sekali. Aku tidak ingin mereka menjadi tergantung kepadaku.”

Jimmy menjadi seorang pengusaha sukses sampai ia meninggal beberapa tahun yang lalu.

Sepengetahuanku, Jimmy tidak pernah tahu siapa yang membiayai operasi kakinya.

Dermawannya, Mr, HENRY FORD, selalu mengatakan lebih menyenangkan berbuat sesuatu untuk orang yang tidak tahu siapa yang telah melakukannya.

“Ada kebahagiaan yang kita rasakan dari menolong orang lain”

(Paul Newman)

Sunday, June 14, 2009

Syukur

Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita
adalah perkara kecil
dibanding dengan apa yang berada didalam diri kita

kita tak bisa mengubah masa lalu
tetapi dapat menghancurkan masa kini
dengan mengkhawatirkan masa depan.

Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu
dan kekhawatiran untuk masa depan

maka kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri

Quiz - TEST IQ

Bayangkan anda berada dalam perangkap.

Anda tergantung di atas pohon dgn sebuah sebuah tambang yang terikat di tanah. Sebuah lilin menyala di permukaan tanah dekat tambang. Perlahan tapi pasti lilin akan membakar tambang dan anda terjatuh ke tanah, sementara seekor singa menanti anda untuk makan siang-nya. (See Picture below)


















Tidak ada yang bisa membantu Anda. Ikatan tambang sangat kuat dan anda tidak bisa bergerak.

Apa yang dapat anda lakukan supaya tambang tidak putus dan anda tidak jatuh ke tanah ?

Fikirkan dahulu sebelum
bertanya ke kanan-kiri.. .

Masih belum tau ??

Temukan jawabannya..







Nyanyikan lagu " Happy
Birthday to YOU.... !!!


Berfokus Pada Kelebihan Diri

"Anak-anak, coba tuliskan tiga kelebihanmu," kata seorang guru pada anak-anak sekolah dasar.

Menit demi menit berlalu namun anak-anak itu seakan masih bingung.

Dengan setengah berakting, sang guru kemudian bersuara keras :
"Ayo, tuliskan! Kalau ngga, kertasmu saya sobek lo." Anak-anak manis itu seketika menjadi salah tingkah.

Beberapa di antara mereka, memang tampak mulai menulis. Salah satu di antara mereka menulis di atas kertas, "Kadang-kadang nurutin kata ibu. Kadang-kadang bantu ibu. Kadang-kadang nyuapin adik makan."

Penuh rasa penasaran, sang guru bertanya kepadanya : "Kenapa tulisnya kadang-kadang?". Dengan wajah penuh keluguan, sang bocah hanya berkata :


"Emang cuma kadang-kadang, Bu guru." !

Ketika semua anak telah menuliskan kelebihan dirinya, sang guru kemudian melanjutkan instruksi berikutnya :

"Sekarang anak-anak, coba tuliskan tiga kelemahanmu atau hal-hal yang buruk dalam dirimu."
Seketika ruangan kelas menjadi gaduh. Anak-anak tampak bersemangat.
Salah satu dari mereka angkat tangan dan bertanya :

"Tiga saja, Bu guru?".

"Ya, tiga saja!" jawab sang guru. Anak tadi langsung menyambung :

"Bu guru, jangankan tiga, sepuluh juga bisa!".

....

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari cerita sederhana itu? Saya menangkap setidaknya ada beberapa hal penting yang bisa kita pelajari.

Salah satunya, kita sering tidak menyadari apa kelebihan diri kita karena lingkungan dan orang di sekitar kita jauh lebih sering mengkomunikasikan kepada kita kejelekan dan kekurangan kita.

Baru-baru ini, di sebuah televisi swasta pertunjukkan seni dari para penyandang cacat. Sangat mengharukan. Ada orang buta yang begitu piawai bermain piano atau kecapi. Pria tanpa lengan dan wanita muda yang tuli dapat menari dengan begitu indahnya.

"Luar biasa, dia bisa menari dengan penuh penghayatan. Yang membuat saya heran, dia kan tuli tapi kok bisa mengikuti irama lagu dengan sangat tepat?", kata saya dalam hati terkagum-kagum.

Seorang pria buta yang bernyanyi dengan nada merdu sempat berkata,

"Saudaraku, saya memiliki dua mata seperti Anda. Namun yang ada di depan saya hanyalah kegelapan. Ibu saya mengatakan saya bisa bernyanyi, dan ia memberi saya semangat untuk bernyanyi."

Benarlah apa yang dikatakan Alexander Graham Bell : "Setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tetapi kerap kali kita terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang telah tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang telah dibuka untuk kita."

Fokuskan perhatian pada kelebihan kita dan bukan kelemahan kita.

Seni Negosiasi Gaji

Seni Negosiasi Gaji


Meski sudah bekerja beberapa tahun, urusan minta naik gaji ternyata masih hal yang sulit dilakukan banyak orang. Yang biasanya terjadi kita menghadap atasan dalam keadaan emosi, akibatnya berakhir dengan frustasi dan sakit hati mendengar penolakan dari atasan.

Menurut konsultan dari Experd, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan negosiasi gaji dengan atasan.

Pertama,----------------------------------------------
Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai kondisi tempat Anda bekerja. Informasi ini meliputi, bagaimana kondisi keuangan perusahaan saat ini, apakah memungkinkan untuk melakukan kenaikan, jika mungkin, berapa persen kenaikannya.

Ada baiknya Anda melakukan survey kecil-kecilan untuk mendapatkan informasi selengkapnya. Selain itu, seberapa berharga diri Anda untuk mendapatkan kenaikan gaji, dalam arti apakah posisi Anda akan dengan mudah digantikan orang lain dengan ketrampilan sama tetapi bergaji lebih
rendah.

Cobalah menempatkan diri dalam posisi atasan, bagaimana mereka akan menyikapi permintaan Anda, mengingat pasti Anda bukan satu-satunya karyawan yang minta kenaikan gaji. Tanyakan diri dengan ujur alasan utama Anda meminta kenaikan gaji.

Kedua, ----------------------------------------------
Strategi dalam melakukan negosiasi. Sebaiknya negosiasi dilakukan dalam suasana diskusi yang menyenangkan. Diskusi berarti proses memberi dan menerima. Buat daftar terperinci hal-hal apa saja yang Anda inginkan dari perusahaan. Jangan terpaku pada gaji pokok saja, ada
banyak benefit dari perusahaan yang bisa Anda tawar.

Olah dan sajikan data-data, apa yang akan didapat perusahaan dengan biaya yang lebih besar yang dikeluarkan untuk Anda. Untuk itu, cara paling baik dalam melakukan negosiasi adalah meminta tanggung jawab lebih besar. Perusahaan cenderung merasa keberatan jika harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk hasil yang sama yang mereka dapatkan sebelumnya.

Ketiga,----------------------------------------------
Pilih waktu, tempat dan cara negosiasi. Carilah waktu dan
tempat yang memungkinkan Anda dan atasan melakukan negosiasi senyaman mungkin. Jangan bernegosiasi saat atasan sedang dikejar tengat waktu laporan atau saat perusahaan sedang diaudit.

Mintalah atasan melakukan negosiasi secara tatap muka. Tulis email atau memo kepada atasan mengenai hal ini. Jangan kemukakan terlebih dahulu alasan pertemuan tersebut. Berikan alasan umum aja seperti Anda ingin
menerima masukan darinya mengenai performance Anda. Atasan cenderung mencari cara untuk menolak pertemuan dengan bawahan yang ingin meminta kenaikan gaji.

Diskusi yang dilakukan secara tatap muka akan menghindarkan terjadinya salah tafsir akibat bahasa tulis, selain itu Anda bisa melakukan upaya persuasi. Jika semua usaha sudah dilakukan sebaik-baiknya tapi Anda masih tidak mendapatkan apa yang diinginkan, tanyakan baik-baik alasannya. Pertimbangkan secara hati-hati alasan yang dikemukakan.

Jika alasan mereka adalah ketidakadanya dana ataupun waktu yang urang tepat, cobalah untuk meminta komitmen bahwa permintaan Anda akan dikabulkan secepatnya bilamana kondisi perusahaan memungkinkan.

Jika perusahaan tidak dapat memberikan alasan yang pasti dan masuk akal bagi Anda mengenai penolakan mereka, Anda mungkin perlu mempertimbangkan kemungkinan perusahaan Anda tidak menghargai Anda sebaik Anda
menghargai diri Anda sendiri. Kadangkala hal ini terjadi dan mungkin inilah saat yang tepat bagi Anda untuk melangkah ke tempat lain. (An)

(disadur dari KCM)

Saturday, June 13, 2009

Menghargai Perbedaan Pendapat

Suatu kejadian perbedaan pendapat dengan rekan kerja yang terjadi pada saat
bekerja telah membuat saya sedikit berfikir untuk dapat berintropeksi diri
dari kesalahan, keakuan dan sedikit ego diri.



Terkadang kita sebagai manusia merasa kita yang paling benar, dan kita
mungkin pernah meremehkan pendapat, atau saran dari orang, terutama dari
orang yang kita anggap lebih rendah status sosialnya, Atau seorang yang baru
kita kenal.



Kerap ketika kita menjadi seorang pemimpin sering muncul keangkuhan pribadi
dalam menerima pendapat dan kritik, dan kita meremehkan anak buahnya,
padahal sesorang disebut pemimpin jika dia memiliki anak buah.



Sering juga kita mengabaikan hati nurani, dalam pengambilan keputusan,
sebenarnya perbedaan pendapat adalah suatu anugrah yang patut disukuri,
karena dengan perbedaan pendapat kita bisa memiliki banyak pilihan
keputusan, atau alternative penyelesaian masalah.



Sering kita sakit hati ketika ide atau gagasan kita tidak diterima oleh
sahabat, rekan kerja, rekan bisnis, keluarga, dan suatu hubungan interaksi
social lainnya. Coba kita berfikir positif jika pendapat kita belum dipakai,
mungkin pendapat orang lain lebih tepat untuk meyelesaikan permasalahan.



Dengan kita bisa menerima pendapat atau pandangan orang lain, dan tidak
maksakan kehendak, adalah cermin dari kedewasaan, kebijaksanaan dari
seseorang, seorang yang sudah berpribadi matang, cenderung akan menghargai
pendapat orang lain, dan orang yang belum dewasa akan cenderung memaksakan
keakuaanya.



Saat persaingan dunia kerja, atau sebagai penunjukan keeksistensian
seseorang, terkadang sesorang dengan tak mau mengalah ingin pendapatnya
dihargai, dan diakui sebagai ide miliknya.Sering saya lihat karena perbedaan
pendapat orang berkelahi fisik, atau saling mendendam dan berniat untuk
saling menjatuhkan. Hal tersbut kurang lah bermanfaat, yang terjadi adalah
suatu kerusakan, dan sikap saling memusuhi.



Seperti sifat asli bangsa Indonesia yang suka bermusyawarah untuk mufakat
yang saat ini sudah jauh ditinggalkan, dengan banyaknya pendapat berbeda
juga bisa menginspirasi munculnya ide baru hasil penggabungan fisi beberapa
orang yang ada.



Jadi kenapa tidak kita bergabung bersama untuk mendapat ide yang lebih baik,
atau menghargai ide orang lain saat ide kita tidak diterima. Tetapi kita
juga janganlah congkak ketika ide kita diterima. Mari kita saling menghargai
perbedaan pendapat diantara kita. Karena manusia terdiri dari banyak
pemikiran. Dan mari kita buat perbedaan menjadi hal yang menyatukan.



" Bersifat lapang dada saat ide kita tidak diterima adalah sebuah proses
kematangan diri "



" Menghargai perbedaan pendapat adalah sangat bijaksana"

Erwin Arianto

Cerita-cerita Kecil Seputar Google Yang Jarang Diketahui

Cerita-cerita Kecil Seputar Google Yang Jarang Diketahui



















1. Larry Page dan Sergey Brin awalnya bermusuhan.

Sebagai orang yang sama-sama cerdas, LP dan SB adalah dua orang yang sering berdebat satu sama lain meskipun untuk urusan kecil seperti siapa yang harus menutup pintu atau siapa yang lebih dulu membaca koran. Pertengkaran kecil seperti ini sering menggangu teman-teman seasrama mereka. Ternyata mereka bertengkar bukan karena membenci satu sama lain , melainkan mereka terbiasa untuk kompetitif satu sama lain. Toh pertengkaran kecil mereka selalu diakhiri tertawa bersama

2. Sergey Brin lebih genit daripada Larry Page

Kalau urusan wanita, Larry Page memang lebih konservatif dibanding Sergey Brin.








3. Pendiri Google pernah frustasi.

Setelah berturut-turut ditolak AltaVista, Excite, dan (terakhir) Yahoo, LP dan SB sama-sama frustasi. Buat mereka Teknologi Page Rank Google seperti layu sebelum berkembang. Mereka tidak pernah bermimpi Google akan bisa sebesar sekarang. Saat itu pikiran mereka cuma satu: menyelesaikan Phd mereka secepatnya dan menyempurnakan Google sambil jalan. Bahkan sangking frustasinya, pernah Google tidak dilirik selama 1 minggu.

4. LP dan SB menggojlok Eric Schmidt ketika pertama berkantor di Google.

LP dan SB bersekongkol mengerjai Eric dengan cara membagi-bagikan secara gratis kartu kredit perusahaan ke para karyawan. Tentu saja Eric pusing, dan dapat pekerjaan tambahan: menarik kembali kartu kredit tersebut dari para karyawan yang juga berusaha menyembunyikan. Di lain hari Eric dikerjai dengan tiba-tiba ada telepon umum di dalam ruang kerjanya. Juga Kulkas dan kursi pijat. Jika Eric tidak punya selera humor, bisa-bisa ngamuk dia. Tapi dia sadar sedang dikerjai dua orang pendiri. Jadi sing waras ngalah….

5. Cerita Palsu untuk nama perusahaan

Nama asli Google dipublikasikan oleh perusahaan sebagai cerita salah tulis dari kata Googol yang artinya angka 1 diikuti 100 angka nol dibelakangnya menjadi Google. Padahal, menurut bocoran salah seorang karyawan awal Google, sebenarnya kata Google berasal dari kata “Go Girl !”, dimana Sergey Brin suatu saat memperoleh ide tersebut ketika sedang menonton pertandingan olahraga dengan para Cherleader yang meneriakkan kata Go Girl ! Go Girl ! (gogel) Cerita meragukan ini didukung 2 fakta: Sergey Brin suka menonton para Cherleader, dan kedua: Google mensponsori para Cherleader dengan memasang tulisan Google di kaos para Cherleader. Mengapa perlu dibuat cerita palsu yang masuk akal, karena konotasi GoGirl yang negatif tidak sesuai dengan citra perusahaan jika suatu saat ingin Go Public.

6. Larry Page ingin membuat Alat Transportasi otomatis, Sergey Brin ingin membuat koloni di Mars.

Ini di kemudian hari memang benar-benar diwujudkan. Setidaknya, berusaha diwujudkan. Ide Larry dimulai dengan project mobil listrik, ide Sergey diwujudkan dengan Project Virgle.

7. Tanda ~ yang lebih powerfull daripada tanda * yang jarang dipakai.

Dahulu di jaman DOS masih jaya, tanda * sangat berguna untuk menemukan semua file yang bernama tertentu. Sekarang di jaman DOS-nya Internet (Google) maka tanda ~ menggantikan fungsi wildcard dengan sedikir perbedaan penting: lebih cerdas. Tanda ~ jika diketikkan didepan kata tertentu, berarti kita menginginkan Google untuk mencari semua data yang berkaitan dengan keyword tertentu dan sinonimnya. Misalnya ~motor, maka semua halaman yang mengandung kata motor dan sinonimnya, seperti motor show, sepeda motor, atau motor boat akan ditampilkan.

Sumber : http://tech19.wordpress.com/2008/10/27/cerita-cerita-kecil-seputar-google-yang-jarang-diketahui/

Friday, June 12, 2009

Bocah Pembeli Es Krim

Bocah Pembeli Es Krim

Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah.

"Mbak sundae cream harganya berapa?" si bocah bertanya.

"Lima ribu rupiah," yang ditanya menjawab.

Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung recehan di tangannya demngan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih "berduit" ngantre di belakang pembeli ingusan itu.

"Kalau plain cream berapa?"

Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, "Tiga ribu lima ratus".

Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, " Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak," kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.

Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi.
Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.

Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.

Alat Uji Penglihatan


Kapan kamu terakhir ke dokter mata? Saya sendiri sudah lama tidak, dan
waktu kemarin berkunjung ke sana saya terkejut melihat alat uji
penglihatan yang disuruh sang dokter saya baca. Kalau biasanya alat uji
itu berupa huruf-huruf yang makin lama ukurannya makin kecil, kali ini
lain.

Waktu saya tanya alasannya si dokter berkata bahwa zaman sudah berubah
dan dokter matapun harus ikut menyesuaikan diri. Kemudian dengan bangga
si dokter bilang bahwa sejak dia menggunakan alat itu jumlah pasien yang
datang melonjak drastis, terutama pasien pria.

Saya sempatkan memotret alat itu, dan rencananya akan saya cetak
besar-besar dan ditempel di kamar saya supaya saya bisa mengecek
penglihatan sesering saya mau.

Cerita Si Murid

Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik.
Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas.
Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan.

" Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah disini.
Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuat kalian bahagia ?
Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini ?"

Murid-murid tampak saling pandang.
Terdengar suara lagi dari Pak Guru,
" Ya, ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidup kalian ..."

Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan Pak Guru itu menunjuk pada seorang murid.
" Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui ?
Berbagilah dengan teman-temanmu ..."

Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid,
" Seminggu yang lalu, adalah saat-saat yang sangat besar buat saya.
Orang tua saya, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang saya impikan selama ini."

Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu.
" Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu !"

Pak Guru tersenyum.
Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya.
Maka, terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir.

Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil.
Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri.
Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung.

Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan.
Hampir semua telah bicara,hingga terdengar suara dari arah belakang.
" Pak Guru ... Pak, saya belum bercerita."

Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil.
Matanya berbinar.
Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya.

" Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua,"
ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu.

" Apa hal terbesar yang kamu dapatkan ?"
ujar Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.

" Keberhasilan terbesar buat saya, dan juga buat keluarga saya adalah ...
saat nama keluarga kami tercantum dalam Buku Telepon yang baru terbit 3 hari yang lalu."

Sesaat senyap.
Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu.
Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu.

Dari sudut kelas, ada yang berkomentar,
" Ha ? Saya sudah sejak lahir menemukan nama keluarga saya di Buku Telepon.
Buku Telepon ?
Betapa menyedihkan ... hahaha ..."

Dari sudut lain, ada pula yang menimpali,
" Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu ?"

Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan.
Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan.

" Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya.
Silahkan teruskan, Nak ..."

Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara.
" Ya, memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah saya dapatkan.
Dulu, Papa saya bukanlah orang baik-baik.
Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah.
Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi."

Matanya tampak menerawang.
Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.

" Tapi, kini Papa telah berubah.
Dia telah mau menjadi Papa yang baik buat keluarga saya.
Sayang, semua itu tidak butuh waktu dan usaha.

Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja.
Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Papa saya.

Dan kini, Papa berhasil.
Bukan hanya itu, Papa juga membeli sebuah rumah kecil buat kami. Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi."

" Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluarga saya ada di Buku Telepon ?
Itu artinya, saya tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan Papa untuk terus berlari.
Itu artinya, saya tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang saya sayangi.

Itu juga berarti, saya tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang dingin.
Dan itu artinya, saya, dan juga keluarga saya, adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya."

Matanya kembali menerawang.
Ada bulir bening yang mengalir.
" Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang saya dapatkan nanti ..."

Kelas terdiam.
Pak Guru tersenyum haru.
Murid-murid tertunduk.

Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan.
Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan kebahagiaan.

Mereka juga belajar satu hal :
" Bersyukurlah dan berbahagialah setiap kali kita mendengar keberhasilan orang lain.
Sekecil apapun ...Sebesar apapun ..."

Bad Child Story

Pernah ada seorang anak kecil dengan watak yang kurang baik. Dia sering marah-marah tanpa alasan yang jelas dan kerjaannya bertengkar dengan teman-teman sepermainannya. Hingga akhirnya, Ayahnya memberi dia sebuah wadah yang di dalamnya berisi penuh dengan paku, dan menyuruh anak laki-laki tersebut untuk memaku satu batang paku di pohon yang ada di pekarangan rumahnya setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku kurang lebih 13 paku di pohon. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya untuk memaku pun berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pohon. Akhirnya tiba hari dimana dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Sang ayah kemudian menyuruhnya untuk mencabut sebatang paku dari pohon tersebut setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba hari dimana dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pohon.

Sang ayah membawa anaknya ke pohon dan berkata, "Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pohon. Pohon ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti luka bekas paku yang ada di pohon."

"Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tetap membekas. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka."

Semut dan Lalat

Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. "Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar," katanya.

Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, "Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?"

"Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita."

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, "Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?"

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, "Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama."

Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, "Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini."

"Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda."

Kode HP Nokia

Kode Tombol Rahasia Ponsel Nokia - Kunci Trik Cara Buka Secret Code
Akses HP/Handphone/Telepon Selular/Seluler Nokia Anda

Berikut ini adalah kunci kode tombol rahasia yang dapat anda
jalankan sendiri dengan mengetiknya di keypad hp ponsel anda yang
bermerek Nokia baik yang cdma maupun yang gsm.

1. Melihat IMEI (International Mobile Equipment Identity)
Caranya tekan * # 0 6 #

2. Melihat versi software, tanggal pembuatan softwre dan jenis
kompresi software
Caranya tekan * # 0 0 0 0 #
Jika tidak berhasil coba pencet * # 9 9 9 9 #

3. Melihat status call waiting
Caranya tekan * # 4 3 #

4. Melihat nomor / nomer private number yang menghubungi ponsel anda
Caranya tekan * # 3 0 #

5. Menampilkan nomer pengalihan telepon all calls
Caranya tekan * # 2 1 #

6. Melihat nomor penelepon pada pengalihan telepon karena tidak anda
jawab (call divert on)
Caranya tekan * # 6 1 #

7. Melihat nomor penelepon pada pengalihan telepon karena di luar
jangkauan (call divert on)
Caranya tekan * # 6 2 #

8. Melihat nomor penelepon pada pengalihan telepon karena sibuk
(call divert on)
Caranya tekan * # 6 7 #

9. Merubah logo operator pada nokia type 3310 dan 3330
Caranya tekan * # 6 7 7 0 5 6 4 6 #

10. Menampilkan status sim clock
Caranya tekan * # 7 4 6 0 2 5 6 2 5 #

11. Berpindah ke profil profile ponsel anda
Caranya tekan tombol power off tanpa ditahan

12. Merubah seting hp nokia ke default atau pabrikan
Caranya tekan * # 7 7 8 0 #

13. Melakukan reset timer ponsel dan skor game ponsel nokia
Caranya tekan * # 7 3 #

14. Melihat status call waiting
Caranya tekan * # 4 3 #

15. Melihat kode pabrik atau factory code
Caranya tekan * # 7 7 6 0 #

16. Menampilkan serial number atau nomer seri hp, tanggal pembuatan,
tanggal pembelian, tanggal servis terakhir, transfer user data.
Untuk keluar ponsel harus direset kembali.
Caranya tekan * # 92702689 #

17. Melihat kode pengamanan ponsel anda
Caranya tekan * # 2 6 4 0 #

18. Melihat alamat ip perangkat keras bluetooth anda
Caranya tekan * # 2 8 2 0 #

19. Mengaktifkan EFR dengan kualitas suara terbaik namun boros
energi batere. Untuk mematikan menggunakan kode yang sama.
Caranya tekan * # 3 3 7 0 #

20. Mengaktifkan EFR dengan kualitas suara terendah namun hemat
energi batere. Untuk mematikan menggunakan kode yang sama.
Caranya tekan * # 4 7 2 0 #

21. Menuju isi phone book dengan cepat di handphone nokia
Caranya tekan nomer urut lalu # contoh : 150#

22. Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk semua panggilan
Caranya tekan * * 2 1 * Nomor Tujuan #

23. Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk panggilan yang
tidak terjawab
Caranya tekan * * 6 1 * Nomor Tujuan #

24. Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk panggilan
ketika telepon hp anda sedang sibuk
Caranya tekan * * 6 7 * Nomor Tujuan #

Keterangan Tambahan :
- Kode diinput tanpa spasi
- Ada kode-kode nokia yang berlaku pada tipe tertentu saja

dikutip : komunitas&perpustakaan online

Tukang Kayu Tua

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah
perusahaan konstruksi real estate.
Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan.
Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya,
tetapi keputusan itu sudah bulat.

Ia merasa lelah.
Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian
bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya.
Ia lalu minta pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk
dirinya.
Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu.

Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa.
Ia ingin segera berhenti.
Pikirannya tidak sepenuhnya dicurahkan.

Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu.
Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta.
Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik.
Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak
begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia
menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.
" Rumah ini adalah rumah kamu," kata sang pemilik perusahaan.
" Hadiah dari saya sebagai penghargaan atas pengabdian kamu selama ini."

Betapa terkejutnya si tukang kayu.
Betapa malu dan menyesalnya.
Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk
dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama
sekali.

Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya
sendiri.
Itulah yang terjadi pada kehidupan kita.
Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang aneh.

Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang terbaik.
Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup, kita tidak memberikan
yang terbaik.

Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan
dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan
sendiri.
Seandainya kita menyadarinya, sejak semula kita akan menjalani hidup ini
dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu.
Renungkan rumah yang sedang kita bangun.

Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap.
Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya
mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup.
Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini.
Hidup adalah proyek yang kita kerjakan sendiri.

Keberhasilan yang diraih, atau kegagalan yang menimpa dapat ditelusuri
jauhke dalam diri kita masing-masing.Karena KITA-LAH YANG MENJALANI semua
ini.Bukan orang lain.

" Seorang bijak pernah mengatakan demikian :
Amatilah pikiranmu, karena akan menjadi ucapanmu.
Amatilah ucapanmu, karena akan menjadi tindakanmu.
Amatilah tindakanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu.
Amatilah kebiasaanmu, karena akan menjadi karaktermu.
Amatilah karaktermu, karena akan menjadi nasibmu.
Di atas semua itu, amatilah dirimu sendiri.
Hanya mereka yang mengenal dirinya-lah yang akan mencapai kebahagiaan yang
sesungguhnya."

Kentang

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) tersebut mengadakan " permainan ".
Ibu Guru menyuruh anak tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik ransparan
1 buah dan kentang.

Masing-masing kentang tersebut di beri nama ber dasarkan nama orang yang
dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa ... tergantung
jumlah orang-orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong
plastik.
Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5.

Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang di beri nama sesuai nama
orang yang dibenci.
Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana
saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai
mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga
tidak sedap.
Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan
mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru : " Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?"

Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak
merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke mana pun
mereka pergi.
Guru pun menjelaskan apa arti dari " permainan " yang mereka lakukan.

Ibu Guru : " Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa
apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.

Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita
pergi.
Itu hanya 1 minggu bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup ?
Alangkah tidak nyamannya ...

Tips Agar Tidak Bete Saat di Dalam Lift

Tips ini sangat berguna bagi temen yang kerja di gedung tinggi, ato sering naek-turun lift ato juga yang sering shoping do mall-mall... Selamat mempelajari..


13 tips agar tidak bete saat di dalam lift:

1. Ketika anda hanya berdua dengan orang tak dikenal, colek bahunya!
Kemudian anda pura-pura melihat ke tempat lain..

2. Tekan tombol lift kemudian anda pura-pura kesetrum.
Tersenyumlah, lalu..... ulangi lagi.

3. Pasanglah muka menyeringai kesakitan sambil memegangi kepala anda dan
mengumpat: "Diam, semuanya diam!"

4. Gunakan HP anda untuk telpon ke Psikolog sambil bertanya apakah dia
tahu di lantai berapa anda sekarang ?

5. Bawalah kamera dan ambillah gambar semua orang yang ada di dalam
lift.

6. Letakkan sebuah bungkusan di pojok, jika ada yang masuk, tanyakan
apakah mereka mendengar suara tik...tik...tik...

7. Anda pura-pura jadi pramugari. Tunjukkan prosedur keselamatan
penerbangan seperti di dalam pesawat terbang.

8. Ketika pintu menutup, beri pengumuman kepada orang-orang. Tenang,
jangan panik, nanti pasti terbuka lagi koq.

9. Bukalah tas anda, sambil melihat ke dalam tas,
tanyalah: "Udaranya cukup nggak disitu?"

10. Diam dan jangan bergerak sama sekali di pojok lift, menghadap
dinding, jangan pernah keluar.

11. Bawalah wayang golek atau wayang kulit, gunakan wayang itu untuk
ngobrol dengan orang di dekat anda.

12. Dengarkan suara di dinding lift dengan stetoskop.

13. Buatlah garis di lantai sekeliling anda menggunakan kapur, lalu
bilang: Ini adalah wilayah SAYA

Cerita tentang Cinta Sejati...

Its a nice story..


Seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan bertanya kepada dokter,
" Bisa saya melihat bayi saya ?"

Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang
membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya.
Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela
rumah sakit.
Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi
seorang anak itu bekerja dengan sempurna.
Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.
Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya
di pelukan sang ibu yang menangis.
Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi.

Anak lelaki itu terisak-isak berkata,
" Ma, seorang anak laki-laki besar mengejek saya.
Katanya, saya ini makhluk aneh."

Anak lelaki itu tumbuh dewasa.
Ia cukup tampan dengan cacatnya.
Ia pun disukai teman-teman sekolahnya.
Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis.
Ia ingin sekali menjadi ketua kelas.

Ibunya mengingatkan,
" Bukankah nantinya kamu akan bergaul dengan remaja-remaja lain ?"

Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa
mencangkokkan telinga untuknya.

Dokter itu berkata,
" Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya.
Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya."

Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan
telinga dan mendonorkannya pada mereka.
Beberapa bulan sudah berlalu.
Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya.

Sang ayah berkata,
" Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan
telinganya padamu.
Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi.
Namun, semua ini sangatlah rahasia."

Operasi berjalan dengan sukses.
Seorang lelaki baru pun lahirlah.
Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan.

Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.
Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.

Ia menemui ayahnya,
" Pa, saya harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua
pada saya.
Oranf itu telah berbuat sesuatu yang besar namun saya sama sekali belum
membalas kebaikannya."

Ayahnya menjawab,
" Papa yakin kamu takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah
memberikan telinga itu."

Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan,
" Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagi kamu untuk mengetahui semua
rahasia ini."

Tahun berganti tahun.
Kedua orangtua itu tetap menyimpan rahasia.
Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu.

Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya
yang baru saja meninggal.
Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang
terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak
memiliki telinga.

Sang ayah berbisik,
" Mama kamu pernah berkata bahwa Mama senang sekali bisa memanjangkan
rambutnya.
Dan tak seorang pun menyadari bahwa Mama telah kehilangan sedikit
kecantikannya bukan ?"

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam
batin.
Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun
pada apa yang tidak dapat terlihat.
Cinta yang sejati tidak terletak pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan
dan diketahui, namun pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan namun tidak
diketahui.

****

Kumpulan Cerita Lucu 1

MOGOK APA TERORIS..?
Jl. Arlington Avenue, jalan raya di Washington DC itu tak seperti biasanya, Macet!. Aku yang kala itu terjebak di dalamnya hanya berpikir dan heran ternyata di Amerika juga penuh kemacetan.

Tak lama ada bule ngetuk kaca mobil yang kukendarai, kubuka kaca sambil bertanya dengan Bahasa Inggris-Sunda, "Ada apa, koq macet?"

"Presiden Bush diculik teroris!. Terorisnya minta tebusan satu milyar dollar, jika tidak, Presiden Bush mau disiram bensin terus dibakar!"

"Lantas, tugas Anda?," tanyaku.
"Tugas saya adalah mengumpulkan sumbangan dari tiap mobil yang lewat....," jawab orang tersebut.

"Berapa saya harus menyumbang?, " Kataku yang bingung dengan jumlah sumbangan yang harus kuberikan.

"Terserah, seikhlasnya, but the others ada yang ngasih 5 liter, 7 liter, bahkan 10 liter bensin...."



DISKUSI PARA NENEK

Tiga nenek jompo sedang berdiskusi tentang masa tua mereka.

Nenek pertama berkata, "Kadang-kadang saat sedang berdiri di depan kulkas dan memegang sebotol selai aku tidak dapat ingat apakah aku sedang mengembalikan selai itu ke dalam kulkas atau aku akan mengambilnya untuk mengolesi roti."

Nenek kedua tidak mau ketinggalan, "Wah, aku bahkan lebih parah lagi. Kalau aku sedang berada di tengah tangga, aku jadi bingung apakah aku akan naik atau akan turun."

"Kalau begitu aku paling beruntung, soalnya aku belum pernah mengalami hal-hal seperti itu," kata nenek ketiga dengan bangganya sambil mengetuk-ngetukkan tangannya ke meja. Begitu mendengar suara ketukan tangannya di meja, tiba-tiba nenek ketiga ini berdiri dan berkata, "Eh, ada yang mengetuk pintu ... aku saja deh yang buka pintunya.... "



CACING

Pada suatu pagi di sebuah sekolah dasar, seorang Pak guru yang begitu berdedikasi sedang mengajar murid-muridnya tentang betapa bahayanya meminum minuman keras.

Sebelum memulai mata pelajarannya pada hari itu dia telah mengambil dua ekor cacing yang hidup, sebagai sampel kehidupan dan dua gelas minuman yang masing-masing berisi dengan air mineral dan minuman keras Vodka yang mengandung kadar alkohol tinggi.

"Coba perhatikan anak-anak... lihat bagaimana bapak akan memasukkan cacing ini kedalam gelas, perhatikan betul-betul. Cacing yang sebelah kanan bapak, akan bapak masukkan ke dalam air mineral manakala cacing yang sebelah kiri bapak akan masukkan ke dalam Vodka. Perhatikan betul-betul! "

Semua mata tertumpu pada kedua ekor cacing itu. Seperti diperkirakan, cacing yang berada dalam gelas yang berisi air mineral itu berenang-renang di dasar gelas, manakala cacing yang berada di dalam Vodka menggeliat-geliat lalu mati.

Pak Guru tersenyum lebar, melihat anak-anak muridnya memberikan perhatian sepenuh hati pada pelajaran praktek yang dia berikan.

"Baiklah murid2, apa yang kamu dapat pelajari dari praktek yang Pak Guru tunjukkan tadi??"

Dengan penuh keyakinan anak-anak muridnya menjawab,

"UNTUK MENGHINDARI CACINGAN...MINUMLAH VODKA!!" (*/-)




PENGAKUAN DOSA

Edward masuk ruang pengampunan dosa di sebuah gereja. Dia bertekad untuk mengakui perbuatan dosa yang pernah dilakukannya. Dia menemui seorang Pastor.

"Pastor, saya ingin mengakui dosa," ungkap Edward.
"Ya anakku, katakan padaku apa yang telah kau perbuat, semoga Tuhan mengampunimu, " jawab sang Pastor.

"Pastor, saya berhubungan dengan pacar saya sudah tiga tahun dan selama ini tidak ada yang tahu kecuali kami. Kemarin, ketika saya ke rumahnya, tidak seorang pun ada di rumahnya kecuali adiknya. Kami hanya tinggal berdua dan saya tidur dengannya."

"Itulah anakku, untunglah kau menyadari kesalahanmu, " sahut sang Pastor.

"Pastor, minggu kemarin saya pergi mencari pacar saya ke kantornya, tapi tidak ada seorang pun di sana kecuali seorang temannya, sayapun tidur dengannya."

"Itu tidak baik untukmu,kau harus segera sadar," imbuh Pastur mendengan cerita Edward.

"Pastor, bulan lalu, saya pergi mencarinya ke rumah pamannya, tidak ada seorangpun di sana kecuali seorang sepupunya, dan sayapun tidur dengannya juga. saya menyesal"

"Pastor?.... ....Pastor? ," tiba-tiba Edward menyadari bahwa tidak ada respon dari Pastor. Pastor telah meninggalkan dirinya sendiri. Dia keluar dan melihat sang Pastor sudah tidak ada lagi.

Edward mulai mencari-cari. Sambil mencari kesana-kemari, Edward berteriak, "Pastor?. Dimana anda?". Akhirnya ia menemukan sang Pastor dengan seortang penjaga kebun gereja.

"Pastor, mengapa anda meninggalkan saya?"

"Maaf anakku, tiba-tiba saya sadari bahwa tidak ada seorangpun di sana kecuali kita berdua !?!?!?!..... ., sekarang di sini ada penjaga, mungkin bagi saya lebih aman"




BURUNG PALING MAHAL
Suatu hari Andi bermain ke rumah sang paman, terlihat sang paman sedang asik melihat-lihat burung-burung peliharaannya.

Andi : om, burungnya bagus-bagus ya.

Paman : iya donk ndi...yang ini mahal loh..(sambil nunjuk salah satu burung yang sedang berkicau).

Andi : iya om, hebat burungnya bisa nyanyi. Om beli berapa tuh...??

Paman : 5 juta...!!

Andi : wah...mahal yah...!! Kalo yang ini pasti murah yah om?? (sambil nunjuk burung yg sedang bersender, tanpa mengeluarkan bunyi sedikitpun)

Paman : justru itu lebih mahal lagi...!!

Andi : kok bisa...?? kan yg ini nggak bisa nyanyi om..???

Paman : tapi dia yang mengARANSEMEN LAGUNYA..!!!

Andi : $#%@!





MILIK YANG PALING BERHARGA

Pada suatu hari seorang anak muda diajukan ke pengadilan oleh seorang cewek karena mengambil sepedanya.

Di pengadilan pemuda itu membela diri. "Pak hakim saya tak bersalah, dia sendiri yang memberi," kata sang pemuda tersebut.

"Bagaimana ceritanya bisa begitu?" tanya hakim.

Pemuda itu lal menceritakan kejadian sesungguhnya.

"Pak hakim waktu itu sepulang sekolah, cewek itu menyuruh saya membonceng dengan sepedanya, sesampai di semak-semak cewek itu turun buka baju dan celananya serta menyuruh saya mengambil miliknya yang paling berharga," cerita pemuda tersebut.

"Bajunya emang bagus tapi buat apa baju cewek, celananya juga bagus tapi kekecilan maka saya ambil aja sepedanya," jawabnya dengan polos.



MENUMPAS PEMBERONTAK

Seorang Perwira yang telah selesai menjalankan misinya menumpas pemberontak, dengan susah payah menemui atasanya di Kantor. Dengan perasaan bangga kemudian perwira itu melapor kepada atasanya.

Perwira: Lapor Pak!, semua pemberontak sudah saya tumpas Pak. Semuanya sudah saya tembak mati Pak..!

Kemudian dengan senang atasan itu menjawab.

Atasan: Bagus...! Bagus sekali kau melaksanakan Tugasmu. Tapi kok Kamu sendirian, mana anak buahmu..??

Perwira: Lapor Pak..!!, semua mati ditembak pemberontak.

Atasan : ?????????



PENYAKIT PIKUN

Satu pagi seorang kakek pergi ke sebuah pusat perbelanjaan bersama istrinya. Namun saat berbelanja, ia ia terpisah dari istrinya. Ia pun berusaha untuk mencarinya namun gagal. Sebab ia terserang "penyakit pikun" yang cukup parah. Untungnya ia banyak akal. Ia pun mendatangi seorang SPG cantik.

Kakek : Dik bisa bantu saya dik ?

SPG : Kenapa kek ?

Kakek: Saya kehilangan istri saya... bisakah adik membantu saya.

SPG : Kenapa kakek ngga minta bantuan bagian informasi aja kek ?

Kakek: Percuma dik saya lupa dengan wajah dan juga baju yang dikenakan istri saya.

SPG: Lalu.. saya bisa bantu apa kek ?

Kakek : Adik cukup duduk dekat-dekat saya... nanti kalau ada nenek-nenek yang mendekat dan bawa pentungan... bisa dipastikan itu istri saya....

SPG: @#$#@%^$



ANAK BUAH TANGGAP

Seorang manajer bertanya-tanya ketika melihat salah satu karyawannya yang sedang duduk bengong di balik mejanya. Ia tampak stres berat.
Si manajer kemudian memberi saran, "Tirulah aku. Selama dua minggu berturut-turut aku pulang lebih awal dari biasanya, dan meminta istriku untuk memandikanku. Ini benar-benar membantu. Cobalah!"

Dua minggu kemudian si manajer melihat karyawannya itu bekerja dengan riang dan bersemangat.

"Kayaknya saranku berhasil, nih. Bagaimana, Joko?" tanya si manajer.

"Bener, bos!" jawab Joko, "Sungguh luar biasa! Dan ngomong-ngomong, kamar mandi Bapak sungguh keren banget...!"

Tentang Urip

Urip sudah beberapa tahun bekerja di sebuah perusahaan yang cukup
besar. Memang pekerjaannya cukup berat, menghadapi pelanggan yang
selalu marah-marah dan bersikap kasar. Lama kelamaan, tanpa
disadarinya, dia semakin mudah marah. Lama kelamaan dia semakin
kasar, baik sikapnya maupun perkataannya.

Suatu ketika, dalam rapat internal, semua orang membicarakan cara
bagaimana meningkatkan pelayanan agar keluhan pelanggan berkurang.
Pak Alex yang menjabat sebagai supervisor memberikan saran. "Kita
perlu memperhatikan kebutuhan pelanggan. Mengapa pelanggan marah?
Mungkin saja karena kebutuhannya tidak terpenuhi."

"Bagaimana menghadapi pelanggan yang berbicara kasar dan menyerang
pribadi? Misalnya, 'Kamu ini kok bodoh sekali? Sudah berapa lama
kerja di sini?'. Saya kan tidak terima kalau dibilang begitu?",
tanya Urip.

"Nah, di sinilah kunci melayani pelanggan. Pelanggan bukan marah
kepada kita sebagai pribadi. Dia marah karena kecewa terhadap
pelayanan kita, cara kerja kita, produk kita, atau lainnya. Jangan
dianggap sebagai masalah pribadi", kata pak Alex.

"Betul, jangan dianggap sebagai masalah pribadi. Kecuali kita memang
salah, misalnya lupa, keliru, atau lainnya, ya sudah, minta maaf
saja. Atau mungkin perkataan kita menyakitkan hatinya, ya wajar dong
kalau orang lain marah", kata salah seorang karyawan lain.

Mendengar jawaban itu, seperti biasa Urip membantah. Memang dia
selalu membantah pendapat orang lain. "Wah, ya tidak bisa begitu!
Dia jelas-jelas menuding saya sebagai orang bodoh! Masa bukan
pribadi?" katanya dengan berang dan penuh emosi.

Dengan sabar pak Alex berkata: "Coba kita tenangkan hati dulu, nanti
malam direnungkan sendiri apakah yang saya katakan ini betul. Oke?
Mari kita mengumpulkan usulan lain".

Urip masih penasaran, tapi dia berusaha menahan diri. Urip juga
sadar bahwa sekarang dia sering merasa kurang sabar. Tidak seperti
dulu. Dulu dia lebih tenang, lebih dewasa. Tapi akhir-akhir ini dia
kok sepertinya seperti anak kecil dan mudah tersinggung, mudah
emosi, dan mudah marah.

Sepulang dari kantor, Urip mampir ke sebuah toko untuk membeli gula.
Di toko itu ada seorang bapak sedang membeli beras. Setelah
mendapatkan beras, dia membayar harganya. Karena bapak itu naik
sepeda motor, beras itu perlu diikat di jok. Entah mengapa, ketika
akan pergi, sepeda motornya miring dan bapak tersebut hampir jatuh.
Bapak itu langsung marah dan membentak-bentak. Dia menyalahkan
karyawan toko yang tadi mengikat karung berasnya.

Tapi orang yang dimarahinya tetap tenang. Dia berkata:"Maaf pak."
Lalu segera mengambil tali baru dan dengan cekatan mengikatnya lagi.
Ekspresi wajahnya sangat tenang. Setelah selesai, dia dengan sopan
berkata:"Sudah pak. Bisa tolong dicoba apakah sudah cukup kuat?"
Bapak itu menarik-narik tali tersebut, ternyata sudah kuat. "Ya
sudah!", katanya. Lalu dia pergi.

Diri sendiri

Karyawan yang tadi dimarahi tetap tenang saja, tampaknya tidak kesal
atau sakit hati. Urip berkata kepada karyawan tersebut:"Wah galak
amat. Kan dia sendiri yang mau jatuh. Kok marah ke orang lain. Lawan
aja mas! Jangan diam saja!" Tapi dengan tersenyum orang itu
berkata:"Tidak perlu mas. Dia sebenarnya tidak marah kepada saya
kok. Dia sebenarnya marah pada dirinya sendiri yang hampir jatuh.
Karena malu, dia menyalahkan saya. Mungkin juga dia sedang kesal,
atau mungkin juga anak isterinya sedang menunggu beras tersebut dan
dia stres karena harus cepat-cepat pulang sedangkan perjalanan masih
jauh. Bisa jadi tadi di kantor dia habis dimarahi bosnya. Yang
jelas, dia sebenarnya bukan marah kepada saya mas"

Urip tertegun. Dia diam saja dan segera membayar gula yang
dibelinya. Sesampainya di rumah, Urip teringat terus kejadian yang
baru saja dilihatnya tadi. Kata-kata karyawan toko tadi terus
terngiang-ngiang di telinganya. "Yang jelas, dia sebenarnya bukan
marah kepada saya mas."

alam hati kecilnya, Urip sadar bahwa yang membuatnya mudah marah dan
bersikap kasar serta emosional adalah perasaannya yang merasa
diserang pelanggan. Semua sikap marah atau keluhan pelanggan,
dianggapnya sebagai kemarahan yang ditujukan kepada dirinya secara
pribadi. Itulah yang membuatnya marah dan kesal. Dia merasa tidak
salah kok dimarahi. Tersinggung dong.

Tapi pegawai toko tadi tidak tersinggung. Dia malah bisa bersikap
lebih profesional. Dia tidak menganggap kemarahan pelanggan sebagai
masalah pribadi. Pantas, wajahnya tetap tenang, tidak tertekan. Urip
jadi merasa malu terhadap dirinya sendiri. Betapa kekanak-kanakan
sikapnya selama ini. Seperti anak kecil. Sangat tidak dewasa. Sangat
tidak profesional.

Mulai malam ini, Urip berjanji kepada dirinya sendiri untuk belajar
bersikap seperti karyawan toko tadi. Dia ingin memisahkan masalah
pekerjaan dengan masalah pribadi. Mungkin perlu waktu, tapi Urip
sungguh-sungguh berniat mengubah dirinya. Dia sendiri sudah terlalu
lelah bersikap pemarah. Energinya terbuang untuk terus-menerus marah
dan kesal. Sangat melelahkan. Berbeda dengan karyawan toko tadi yang
wajahnya tenang dan damai. Tidak tertekan. Pokoknya pisahkan masalah
pekerjaan dari masalah pribadi. Be professional!

Sumber: Bukan Masalah Pribadi oleh Lisa Nuryanti

Tomat dan Timun

Tomat dan Timun

Seorang perempuan sangat galau ketika tomat yang ditanamnya
nggak bisa matang memerah. Padahal di kebun lelaki tetangga sebelah,
tomatnya dengan cepat matang dan berwarna merah menggiurkan.
Akhirnya dia pergi menemui lelaki tetangga sebelah untuk mencari
tahu rahasianya.
"Oh mudah saja kok. Tiap hari, dua kali sehari, aku tunjukkan
'buyung'-ku dan buah-buah tomat itu memerah karena malu. Coba aja."
"Aneh amat. Tapi tak ada salahnya aku coba," pikir perempuan
tersebut sambil berterimakasih dan pamit pulang.
Seminggu kemudian si lelaki mampir ke rumah perempuan
tetangganya untuk mengetahui bagaimana hasil dari apa yang telah dia
sarankan.
"Nggak manjur sih. Tomatku masih tetap hijau, tapi timunku
menjadi cepat besar."

Putusan Seorang Hakim Bodoh

Putusan Seorang Hakim Bodoh

Seorang Hakim bodoh didatangi seorang warga untuk mengadu:

Warga: "Pak Hakim,ini aparat keamanan telah merugikan saya."

Hakim: "Apa yang telah diperbuat oleh aparat itu...?"

Warga: "Dia naik motor dan menabrak istri saya yang hamil 5 bulan, dan sekarang istri saya telah keguguran, ia juga patah kaki dan tangan. Saya mohon Bapak Hakim sudi menghukumnya."

Hakim: "Baiklah Pak, dan kamu aparat telah bersalah. Kamu saya hukum yaitu harus merawat istrinya sampai sembuh kaki dan tangannya. Juga harus bisa membuat hamil 5 bulan lagi, baru kamu kembalikan Istri tersebut kepada si Bapak. Mengerti?"

Bapak dan Aparat: "????"

*******

Ortu

"Ortu"

Asep murid kelas 4 sd, hobinya ngantuk di kelas.

suatu ketika dia ditanya sama gurunya : " asep, siapa
yang menandatangani surat deklarasi proklamasi ? ".

Asep menyahut : " Aduh..pak bukan saya,
sungguh ! ".

Gurunya berpikir, ada yang tidak beres dengan Asep, jadi
dia harus lapor kepada ortu Asep.

" Pak..coba tolong diteliti si Asep itu, masa ditanya siapa
yang menandatangani surat deklarasi proklamasi saja, dia
tidak tahu ? ".

Giliran Bapak-nya Asep yang bingung, akhirnya dia
konfirmasi sama Asep : " Asep, ngaku saja..siapa yang
tanda tangan surat deklarasi proklamsi...? ".

Asep menjawab : " Sungguh pak..saya
tidak tahu...benar ! ".

Yakin jawaban Asep, Bapaknya menghadap gurunya dan
berujar : " Bu guru..si Asep itu benar-benar tidak
menandatangani surat deklarasi proklamasi itu, mungkin
teman-temannya...? ".

Bu Guru :...... ? ? ? ? ? ?

******

Nyontek

"Nyontek"

Pada suatu hari, ayah si Tono dipanggil menghadap Kepala Sekolah karena Tono sering melihat pekerjaan temannya ( alias nyontek ) pada saat ulangan.

Ayah Tono : Apa buktinya kalu anak saya nyontek ?

Kepsek : Salah satu buktinya, ya ini, pada waktu ujian sejarah. Pertanyaan no. 1 : Siapa pengarang buku 'Habis Gelap Terbitkah Terang ? Kedua - duanya menjawab RA. KARTINI.

Ayah Tono : Ya, bisa saja sama.

Tapi coba dong Bapak lihat pertanyaan ke 2 : Dimana RA. KARTINI dilahirkan ? Kedua - duanya menjawab, DI JEPARA.

Ayah Tono : Ah, sih kebetulan. Bapak tidak cukup buktinya untuk menyatakan anak saya nyontek. Bisa saja malah si Andi yang nyontek pekerjaan anak saya.

Kepsek : Bapak betul, bisa saja itu kebetulan. Tapi coba dong bapak lihat Pertanyaan ke 3 : tahun berapa terjadi Perang Diponegoro ? Andi jawab : Gua enggak tahu, Si Tono jawab : Apalagi gua.

Ayah Tono : ?????

********

Stek...

Stek...

Di ruang perpustakaan sekolah sedang terjadi diskusi yang seirus antara guru dengan seorang muridnya yang kepingin banget jadi anggota LKIR.

Guru : "Apa yang dapat kamu sumbangkan untuk LKIR sekolah kita?

Murid : "Sebuah penemuan dari penelitian yang saya lakukan sendiri.

Guru : Apa itu ?

Murid : Menggabungkan ( stek ) 2 jenis tumbuhan yang sangat berlainan species. Dan ternyata berhasil.

Guru : Apa 2 jenis tumbuhan itu... ?
Murid : Kelapa dan singkong.

Guru : Terdiam, seperti tidak percaya. lalu apa yang terjadi dengan kedua tumbuhan itu ?"

Murid : Jadi getuk.

Langsung sang Guru menjitak kepala muridnya itu dengan sukses....!

Kisah 2 Orang Sahabat ...

Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di
tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar
temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan
tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT
TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka
memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka
hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil
diselamatkan oleh sahabatnya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis
di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa
setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan
sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum
menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya
di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan
tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasaterjadi, kita harus
memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup
angin."

Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dibanding
diterapkan. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah pertemanan 'hanya'
karena sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut
kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sebuah sakit hati lebih
perkasa untuk merusak dibanding begitu banyak kebaikan untuk menjaga.
Mungkin ini memang bagian dari sifat buruk diri kita.

Karena itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya
lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati
yang paling penting adalah melihat apakah memang orang yang menyakiti
hati kita itu tidak kita sakiti terlebih dahulu. Bukankah sudah
menjadi kewajaran sifat orang untuk membalas dendam? Maka sungguh
sangat bisa jadi kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia
menginginkan sakit yang sama seperti yang dia rasakan. Bisa jadi juga
sakit hati kita karena kesalahan kita sendiri yang salah dalam
menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Bisa jadi kita
tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai
gurauan.

******

A to Z for You...

Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ
(Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang
pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan
dan memupuk harga diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi.

Yuk kita lihat apa maksudnya:

*A: Accept. *
Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

*B: Believe. *
Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

*C: Care. *
Pedulilah pada kemampuan anda meraih? apa yang anda inginkan dalam hidup.

*D: Direct. *
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

*E: Earn. *
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.

*F: Face. *
Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

*G: Go. *
Berangkatlah dari kebenaran.

*H: Homework. *
Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.

*I: Ignore. *
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.

*J: Jealously. *
Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.

*K: Keep. *
Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

*L: Learn. *
Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

*M: Mind. *
Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.

*N: Never. *
Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol.

*O: Observe. *
Amatilah segala hal di sekeliling anda.
Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain.

*P: Patience. *
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.

*Q: Question. *
Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.

*R: Respect. *
Hargai diri sendiri dan juga orang lain.

*S: Self confidence, self esteem, self respect. *
Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri akan membebaskan
kita dari saat-saat tegang.

*T: Take. *
Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.

*U: Understand. *
Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan
anda.

*V: Value. *
Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.

*W: Work. *
Bekerja dengan giat, jangan lupa berdoa.

*X: X'tra. *
Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

*Y: You. *
Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

*Z: Zero. *
Usaha nol membawa hasil nol pula.

Thursday, June 11, 2009

Mari Belajar Bersyukur….

Terkadang ada saat-saat dalam hidup ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat !







Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka...tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu lain, yang telah terbuka bagi kita




Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu.
Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna.
Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum.
.............. Sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan untuk mengubah hari gelap menjadi terang.
Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum.





Angankan apa yang engkau ingin angankan...
Pergilah kemana engkau ingin pergi....
Jadilah seperti yang engkau kehendaki.



Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum.
Cukup pencobaan untuk membuatmu kuat..
Cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi.
Dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia.


Mereka yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki yang terbaik dari segala sesuatu.
Mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka.
Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapat diraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu.
Engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hingga engkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu.

Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum. Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis.
Jangan hitung tahun-tahun yang lewat, hitunglah s aat-saat yang indah ..
HIDUP TIDAK DIUKUR DENGAN BANYAKNYA NAPAS YANG KITA HIRUP melainkan DENGAN SAAT-SAAT DIMANA KITA MENARIK NAPAS BAHAGIA.

TIPS FOR WORKING TEENS

TIPS FOR WORKING TEENS
By Joseph Walker

My teenage son, Jon, is a working teen now. I'm excited for him, because I know how many valuable and important lessons he's going to learn while working a summer job. I also like the idea that I don't have to pay him an allowance anymore. Maybe now I can get that Lexus.

But I'm nervous for my son, too. It's sort of like how I felt when he started school. I was worried that we hadn't taught him everything he needed to know to cope with the rigors of first grade -- you know, like being able to cut his meat at lunch and stuff like that. And now I'm concerned that we haven't taught him everything he needs to know about working for an employer.

There's at least one major difference between now and first grade, however. In first grade, he would listen to his parents, like we knew something. Now? Well... you know. So I'm going to write some advice for him here. If any of you see Jon, please feel free to share it with him. Maybe he'll listen to you.

Work doesn't have to be fun. Work is... well, work. It can be hard. It can be boring. It can be frustrating. And while it can ccasionally be fun, usually it isn't. It's work. That's why they have to pay people to do it. If it were fun, we'd do it for free. So don't go to work expecting to be entertained or to have a good time. You're going to work.

If you're going to do a job, do it right. The easiest way isn't always the best way. Shortcuts through hard work almost always lead to more work -- and harder work -- for someone, somewhere down the line. Learn to savor and appreciate the joy that comes from doing a job well. Like my Dad used to say, "The only thing that's good half-done is a steak."

The customer isn't always right. In fact, the customer may be dead wrong from time to time. He or she may even be rude and surly and have bad breath. But the customer always deserves to be treated with kindness, courtesy and respect. Without them, your boss doesn't have a business, and you don't have a job.

Always do what's expected of you. Then do a little more. Bus an extra table. Wipe down another counter. Straighten another rack of clothes. I don't know of one person who was fired for doing more work than they were paid to do. But I know a lot of people who had some wonderful opportunities come their way because an employer was impressed by extra effort.

Be meticulously honest. Especially about little things. Little dishonesties have a way of growing into big dishonesties. Once you establish a pattern of taking things that don't belong to you there really isn't much difference between a stick of gum and a $300 suit. If you never swipe that first cookie, the odds are pretty good you'll never be tempted to pocket a $20 bill.

Always tell the truth. Even if it means admitting to a costly mistake. Employers can live with broken dishes and spilled sugar, but they can't live with employees they can't trust. And if the job requires you to fib even just a little, it probably isn't a job worth having. Look at it this way: if your boss will lie to customers, what makes you think he won't lie to you?

And finally, learn from others. Listen to your boss; there's probably a good reason why he or she tells you to do things in a certain way. Watch your co-workers, and learn from their successes -- and their failures. If you aren't sure, ask. If you don't know, say so. One of the first things you'll learn in the working world is that there is a lot to learn, even for a teenager.

--Joe Walker ValueSpeak@msn.com

Kisah Samurai yang Hening

Seorang murid junior sedang berjalan pulang setelah selesai berceramah di sebuah kuil di desa. Di tengah jalan ia bertemu dengan seorang murid senior, murid senior itu bertanya padanya,

"Mengapa kamu berani memberikan ceramah kepada begitu banyak orang di kuil?
Apa kamu yakin perkataanmu sudah benar? Kamu kan masih junior.
Apa ilmu kamu sudah cukup?"

Sepanjang perjalanannya ke kuil, murid junior memikirkan teguran seniornya. Di kuil, ia menemui gurunya dan menanyakan apakah ia telah melakukan hal yang kurang baik dengan berceramah di kuil di desa.

"Guru, apakah saya telah melakukan hal yang salah?"

Gurunya menjawab, "Selama kau melakukannya dengan mindfulness maka hal itu benar adanya. asalkan mindfulness." Murid junior bingung dan tidak mengerti akan jawaban gurunya. Kebingungan terpancar dari wajahnya.

Melihat wajah bingung murid juniornya itu, guru berkata,
"Berjalanlah ke utara maka kau akan tahu apa itu mindfulness." Lalu gurunya
kembali duduk bermeditasi.

Murid junior pun menuruti nasehat gurunya. Ia berjalan ke utara,
itu artinya ia harus berjalan menuju kota. Di tengah jalan ia
melihat sebuah dojo yang pintunya terbuka setengah. Di dalamnya ada dua
orang samurai yang sedang duduk berhadapan. Wajah mereka sangat serius
dan tanpa kata-kata. Suasananya sangat hening. Yang terdengar cuma
suara kayu terbakar dari tungku masak poci teh yang berada di
tengah-tengah kedua samurai itu.

Murid junior mengintip dari balik pintu. Lalu salah seorang
samurai berkata dalam kemarahan pada samurai hening dihadapannya, ia
menunjuk-nunjukkan tangannya, "Kau telah membunuh kakakku! Kau telah
membunuh kakakku!" Ternyata kakaknya tewas dalam pertempuran melawan
pasukan samurai hening itu. "Kau telah membunuh kakakku! Aku akan
membalaskan dendamnya! Kau telah membunuh kakakku!", samurai dalam kemarahan
itu terus-menerus meneriaki samurai hening. Sangat mengesankan,
samurai hening itu tetap diam tanpa bereaksi. Hanya sesekali wajahnya
berkerut menunjukkan emosi yang ingin keluar tapi tidak beberapa
lama wajahnya menjadi hening kembali. Setelah beberapa saat, samurai
hening itu berdiri, ia berkata dengan sangat tenang, "Sudah
selesai?"

Lalu ia berjalan ke dalam. "Kau telah membunuh kakakku. Aku
tidak tahu apa yang harus aku lakukan terhadap rasa kehilangan ini.
Aku tahu ia telah kalah dalam pertempuran. Ia telah kalah dalam
pertempuran", samurai dalam kemarahan itu menangis sambil
memukul-mukulkan tangannya ke lantai. Kesedihan sangat terpancar dari
dirinya. Setelah tenang, samurai dalam kemarahan itu berjalan
keluar dojo dengan sebelumnya membungkuk hormat dan ia berkata kepada
dirinya sendiri, "Kak, kau dikalahkan oleh orang yang hebat. Ia
dikalahkan oleh orang yang hebat."

Melihat semua itu, murid junior mengerti tentang mindfulness.
Samurai dalam hening mengajarkannya tentang mindfulness. Samurai hening
itu tetap diam dan hanya mengamati semua emosi yang muncul dari
dalam dirinya dan membiarkannya musnah tanpa perlu mengeluarkan
reaksi.


Tujuan dari samurai dalam hening itu adalah hanya mendengarkan
luapan emosi kemarahan samurai dalam kemarahan. Ia tahu luapan emosi
samurai dalam kemarahan hanya perlu diungkapkan dan ia mendengarkannya
tanpa perlu memberikan reaksi dan dengan demikian emosi itu pun akan
musnah dengan sendirinya. Samurai dalam hening telah menetapkan tujuan
dan ia tidak membiarkan emosi mengeluarkannya dari tujuan itu. Ia
duduk mendengarkan luapan emosi samurai dalam kemarahan itu dengan
penuh kesadaran. Mindfulness adalah menentukan tujuan, tetap berada di
dalam tujuan itu, menyadari semua fenomena yang muncul dan
membiarkannya musnah kembali tanpa harus larut didalamnya.
Mindfulness membuat kita tetap berada dalam tujuan dengan
menyadari semua emosi yang muncul dan membiarkannya musnah supaya kita
tetap berada dalam tujuan.

Lalu murid junior langsung berlari pulang dan menemui gurunya.
"Guru, saya telah mengerti! Saya telah mengerti!" Ternyata gurunya
sedang didalam toilet, dan di pintu toilet tergantung tulisan, "Sedang
dalam mindfulness." Murid junior mengerti, bahwa apapun yang dilakukan
dalam mindfulness hasilnya akan lebih baik karena dilakukan
dengan berkesadaran penuh.

Mindfulness seperti radar yang mengamati semua fenomena yang
muncul dalam perjalanan kita mencapai tujuan. Dengan mindfulness
menjaga kita untuk selalu berada di right track dan dia akan memberikan
sinyal bila kesombongan, kebencian, keserakahan, kemalasan, dll
mulai muncul supaya kita tidak meneruskannya menjadi reaksi dan supaya
kita tetap ingat akan tujuan kita

From : Unknown

Enyahkan Migrain Tanpa Obat

Enyahkan Migrain Tanpa Obat

Bukan penyakit berbahaya, tapi menjadi keluhan banyak orang, itulah sakit kepala sebelah atau migrain. Rasa nyeri yang menyerang dapat menghambat aktivitas sehari-hari.
Migrain dapat berlangsung hanya beberapa jam, tetapi dapat pula berkelanjutan hingga beberapa hari. Biasanya, selain merasakan sakit kepala pada satu sisi, penderita migrain juga merasakan kepala seperti terhimpit benda berat dan berdenyut-denyut. Mata berair, perih, dan sering disertai dengan perasaan mual.
Dokter spesialis bedah saraf RSPI Sulianti Suroso dr Ilham Patu SpBS mengatakan, migrain ditandai nyeri kepala yang hebat, sering kali dirasakan pada sebagian daerah kepala. "Migrain dirasakan bagi otak besar penderita pada sebelah kanan atau kiri. Ini terjadi karena pengiriman oksigen ke otak kurang dari yang dibutuhkan," ujarnya.
Ilham menambahkan, migrain bisa menyerang siapa saja. Remaja, dewasa hingga paruh baya. Namun, tidak perlu khawatir dengan gangguan ini karena tanpa diobati sebenarnya migrain bisa hilang dengan sendirinya.
"Sehat adalah solusi utamanya. Tidak merokok, jangan banyak minum alkohol, tidur cukup, konsumsi makanan sehat, dan olahraga ringan setiap hari. Dijamin bisa membuat seseorang bebas dari migrain," saran dokter yang juga banyak menangani pasien suspect flu burung itu.
Gaya hidup tidak sehat memang menjadi salah satu pemicu gangguan kesehatan yang sering kali kambuh ini. Maka dengan mengubah gaya hidup, migrain bisa dihindari. Olahraga misalnya, membuat kerja jantung dan paru-paru menjadi optimal dan dapat menghasilkan oksigen yang cukup untuk otak besar.
Sementara itu, dr Widya Varkawi SpS dari RS Pusat Pertamina menambahkan, penyebab migrain berkaitan dengan gangguan aktivitas pembuluh darah otak atau karena kelainan genetik. Beberapa hal yang diduga pencetus migrain antara lain kurang tidur atau istirahat, perubahan hormon selama siklus menstruasi,stres, cemas, dan kelelahan.
Selain itu, harus dipastikan melalui pemeriksaan yang teliti oleh dokter bahwa keluhannya memang migrain, bukan penyakit lain yang harus segera ditangani seperti tumor otak. "Jika sudah menderita migrain sebaiknya melakukan perbaikan gaya hidup misalnya mengonsumsi makanan yang lebih bergizi, olahraga teratur, cukup istirahat, dan mengelola stres dengan lebih baik," paparnya.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas San Paulo,Brasil, menemukan bahwa suatu serangan sakit kepala setempat yang parah, yang menyerupai serangan migrain mungkin merupakan suatu gejala pertama sekaligus utama dari sebuah stroke yang jarang terjadi. Stroke jenis ini disebabkan kondisi ketika terdapat gumpalan darah dalam pembuluh darah balik otak (trombosis vena serebri-TVS).
Penelitian yang mengikutsertakan 39 penderita TVS menggunakan alat pemindai otak untuk memastikan diagnosa dari TVS dan kemudian mengumpulkan informasi dari para penderita tentang riwayat penyakit mereka.
Sebagian besar penderita dalam penelitian ini memiliki riwayat sakit kepala dan mereka telah mencari pengobatan, dan diberi obat penghilang rasa nyeri. Dengan pengobatan tersebut, rasa nyeri tersebut akan berkurang tetapi tidak pernah hilang sama sekali.